Sabtu, 14 Februari 2009

Norton Antivirus GE 2009 Bikin Masalah

Onde mande... dari dulu, yang namanya antivirus gak ada yang bener di komputerku. Ada yang masalah dengan key-nya lah, gak uptodate ama virus lokal lah, yan bikin seret komputer lah. Arrrrggghhhh!!!!!

Dulu aku pernah bangga dengan antivirus Kaspersky. Kenapa? Jadi gini nih ceritanya, dulu pas awal-awalnya kebangkitan virus lokal yang ditandai dengan lahirnya Brontok, laptop ibuku kena tuh virus gara-gara aku nancepin flashdisk gak jelas isinya dari temenku. Alhasil ibuku marah-marah. Sejak saat itu aku pengen ngeberantas virus keparat ini dari komputer dan laptopku. Artikel-artikel dan berbagai antivirus pun aku kumpulkan demi terciptanya rasa aman. Namun sayang, aku didahului oleh si pembuat virus. Virus yang selama ini ingin aku remove malah udah jadi varian baru. Apa boleh buat, semua hal yang telah aku kumpulkan gak ada gunanya alias rugi. Otakku semakin gak karuan, apalagi saat itu aku masih terbilang newbie dalam hal pemrograman.

Namun pada suatu hari, Mas Wira tetanggaku meminjam flashdisk dari temenku yang ternak virus itu. Aku bilang kalo di fd-nya ada brontiknya lho. Tapi jawaban yang tak ku duga keluar begitu saja dari mulutnya. "Ra ngaruh" (gak ada pengaruhnya). Busyet, tu orang gak takut ma ni virus, emang apaan antivirusnya. Selidik punya selidik, ternyata dia pake Kaspersky AV. Sejak saat itu lah aku semakin tertarik untuk menggunakannya. Dan pada akhirnya aku datang ke rumah mas wira untuk meng-copy master AV tersebut. Betapa tidak bertambah senang hatiku ketika ternyata dia juga punya segudang updete-an. Sekalian aja aku minta semuanya. Lalu langsung aja aku pasang software itu di komputerku, dan bebaslah komputerku dari virus untuk sementara (loh kok cuma komputer, laptopnya gimana). Laptop udah beres saat itu karena udah diurusin ama mahasiswa ibuku dan di kasih Mcafee ama dia.

Selang beberapa tahun, Kaspersky ku mulai bermasalah. Software ini mulai tahu bahwa aku menggunakan versi bajakan (karena komputerku terhubung dengan internet langsung ketika meng-update). Nah mulai goyah ni pikiran buat tetap mempertahankannya karena AV ini selalu meminta kode pengaktifan agar bisa di-update lagi. Yah akhirnya terpaksa deh aku uninstal ni AV.

Lalu aku berganti ke AVG yang gratis. Awalnya tidak ada masalah sih, tapi selang beberapa bulan, AV ini mulai menunjukan kelemahannya dalam memuaskan konsumen. AVG suka crash sendiri. Ganti lagi deh.

Selanjutnya berganti ke Avira. Kalo yang ini cuma selang beberapa minggu aja karena setelah beberapa hari instal ni program, komputer kaya didatangin malaikat Izrail, suka kejang sendiri alias hang. Ya apa boleh buat, aku harus cari penggantinya.

Beberapa minggu yang lalu, ibuku membawakanku majalah PCMedia edisi Januari 09. Pada halaman-halam belakang, aku menemukan artikel tentang sebuah antivirus yang lagi berbangga diri karena keunggulannya dibanding antivirus yang lain. Apakah itu? Yup, Norton AV. Dlam artikel itu dipaparkan banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh AV lain. Sejak saat itu aku semakin bersemangat untuk mencari AV tersebut.

Singkat cerita, dapatlah AV yang aku inginkan, tetapi tidak sepenuhnya. Kenapa? AV yang aku dapatkan ini memang bernama Norton AV tapi Game Edition 2009. Langsung aku instal di komputerku. Busyet, bukannya tambah cepet malah tambah masalah. Bukan masalah karena produknya trial karena aku dah punya crack-nya tapi karena gak mau di update. Yah jadi bad mood lagi deh. Kalo masalah ini masih berlanjut sampai sekarang. Revisi masih dalam pencarian.

0 komentar: