Kamis, 07 Mei 2009

Go Biologi UGM

Yah, walaupun udah telat buat ngumuminnya tapi gak papalah itung-itung buat nambahin post ku.

Postingan ku kali ini berkaitan dengan pendidikanku setelah SMA. Setelah lima hari berturut-turut yaitu Senin 20 sampai 24 April 2009 menjalani ujian yang bikin deg-degan para pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia dan sekitarnya (kaya' adzan aja..), tibalah tanggal 25 April hari Sabtu yang berarti hari dimana hasil perang siasat Ujian Masuk (UM) UGM diumumkan. Hari dimana aku mengerjakan soal-soal yang selalu aku tunggu dan aku kerjakan dengan selalu menyebut bismillah ketika mengeblok jawaban di LJK (haaah.....). Dag-dig-dug sih iya tapi gak banget kaya pas ikut PBS bulan Maret kemaren. Hari itu aku lebih tenangan bahkan bisa dibilang aku cuek dengan pengumuman tersebut. Walaupun kakakku bilang bahwa malem Sabtunya udah bisa lihat pengumumannya aku tetap cuek aja, ku pengen sekalian paginya aja ku lihat tuh pengumumannya.

Akhirnya aku lewati malam Sabtu itu dengan rasa tenang dan kubuktikan dengan tidur jam 9 (emang biasanya tidur segitu...!!). Namun tidurku malam itu sangat-sangat tidak tenang. Beberapa menit sekali aku terbangun karena mimpi-mimpi buruk yang tema dan judulnya selalu berubah-ubah, bikin puyeng kepalaku. Ya sekedar informasi aja, memang selama seminggu menghadapi UAN tersebut aku sering bermimpi buruk, mungkin karena otak dan psikisku yang sedang hard work karena melahap soal-soal yang seabrek yang terkadang bikin kepribadian ku yang lain muncul (hahaha...!!??). Oke, kembali ke cerita awal. Dan selanjutnya aku terbangun sekitar jam setengah empat Sabtu pagi. Nah saat itulah ketenangan ku langsung menghilangtergantikanoleh ketakutan. Ketakutan dengan rasa gagal yang pernah aku alami saat gagal masukUGM lewat PBS. Aku sangat tahu dengan rasa itu dan entah mengapa aku benar-benar tidak ingin bertemu dan dihinggapi perasaan itu. Sehingga aku lanjutkan kebali yang tetap tidak tenang tersebut di atas kasur di depan TV, tempat dimana aku selalu menyandarkan tubuhku yang lelah ini untuk beristirahat. Sekedar informasi lagi, kenapa aku selalu tidur di depan TV bukan karena aku tidak mempunyai kamar tidur akan tetapi hal ini sudah menjadi kebiasaanku sejak kecil. Kamarku hanya aku pakai sesekali saja apabila sedang ingin tidurdi tempat itu saja. Karena kebiasaan ini kamarku sering tidak kuurus, yah bisa dibayangkanlah kamarku ini seperti Titanic yang dah karam 100 tahun. Lanjut ke cerita. Belum lama aku memejamkan mata, ibuku keluar dari kamarnya dan memanggilku yang berada di lantai atas. Beliau memanggilku untuk bangun dan sekaligus melihat pengumuman UM tersebut. Namun karena perasaan takut yang telah menyelimuti hangat pikiranku, aku hanya mengabaikan panggilan itu dan dengan cuek tetap berusaha memejamkan mata yang sebenarnya sudah tidak mau untuk memejamkan dirinya. Tetap aku paksa.

Beberapa menit kemudian, hal sama juga dilakukan bapakku. Membangunkanku dan menyuruhku untuk segera melihat pengumuman itu. Percuma, pikiranku sudah terlalu lelap untuk dibangunkan dari ketakutan. Setelah beliau berdua selesai sholat subuh, mereka menghidupkan komputer dengan tujuan aku terpancing untuk melihat pengumumannya. Namun bapak dan ibuku tidak tahu berapa nomor ujianku sehingga mereka memanggilku lagi untuk turun dan mamasukkan sendiri nomor tersebut. Karena aku belum sholat akhirnya aku sholat dulu. Saatnya turun dan duduk di depan komputer. Ketika duduk, terlihat dengan jelas situs UM UGM sudah terbuka dan ahhh... gugup sekali aku. Masih dalam pemikiran yang tidak-tidak, aku mencari file pdf kartu peserta yang ada di komputer. Aku copy paste nomor ujianku pada isian situs tersebut dan....bismillahirrahmanirrahiim, ku tekan enter. "Selamat....". Dengan mencoba untuk tetap tenang aku berkata pada orang tuaku yang saat itu sedang menyaksikan TV. "Ditrima, aku ditrima di Biologi, pilihan kedua". Ya, pilihan kedua karena pilihan pertamaku adalah Ilmu komputer. Wuah leganya hati ini. UGM, bro!! Kampus yang selama ini aku kagumi. Akhirnya perjuanganku yang hampir setahun tidak sia-sia. Les di SSC Kotabaru yang jauuhh banget dari rumahku yang ada di Bantul yang sumpah bikin sebel banget kalo pas lagi bete plus hujan, les di sekolah tiap sore yang bikin lusuh badan tiap pulang sekolah, malam-malam yang aku habiskan bersama kantuk dan camilan buku latihanUM dari tahun ke tahun akhirnya terbayar. Hanya satu kata yang pantas aku ucapkan saat itu, Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, engkau telah meridhai kerja kerasku dan telah mengabulkan doaku.

0 komentar: